Tampilkan postingan dengan label Wedding. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wedding. Tampilkan semua postingan

Ny. Dimas Nuswantoro

Lewat setahun setelah banyak kejadian yang memang sudah ditakdirkan oleh Allah SWT untuk jalan hidupku sampai akhirnya aku mengakhiri masa lajangnya. Seperti roda yang terus berputar jalan hidup ini ga mungkin lempeng aja kadang kita membuat rencana sedetail mungkin namun apa mau dikata jika Allah berkehendak dengan takdirnya maka manusia tinggal mengikuti alurnya.

Proses perjalanan pernikahanku
  1. Lamaran sudah digelar pada *(bisa dibaca pada tulisanku sebelumya ketemulah tanggal pengesahannya 24-09-2011
  2. Maret 2011 persiapan sudah fix 50 % Mulai dari gedung, perias, peningset, dll.
  3. 20 April 2011 habis makan siang di kantor ditelpon pembantuku tapi ternyata yang ngomong kakakku sambil berat suara terbata2 ngabarin kalo Ayah meninggal dan aku disuruh ngecek ke rumah, karena kakak, ibuku, dan pembantuku masih di PGS buat kulakan.. waktu itu kedenger suara ibu yang terus teriak asma Allah dan dikabarin pingsan... shock panik campur aduk, aq seret mas-ku yang masih sibuk sama kerjaannya buat pulang... and then sampai rumah semua itu benar... Ayah kena serangan jantung dan meninggal dunia (berat mau lanjut ketiknya keinget2 bikin air mata ama hidung ini jadi panas). Hadirlah calon Ibu mertuaku, tante Ani dan suami, beserta tante Sunar yang nemenin Ibu Mertuaku... setelah dilakukan perundingan keluarga, kami berdua dinikahkan di depan jenazah almarhum ayahanda, dan apa yang ada di pikiranku blank.. ga bisa mikir.
    20042011_Musholla Da'watul Anshor dg Wali Hakim
  4. Juni barulah saya sama mas ngurus yang namanya buku nikah di KUA sekalian pelegalannya, meskipun mas harus ucapin akad lagi dengan wali hakim kepala KUA nya maka Alhamdulillah jadilah juga buku nikah resmi kita di KUA Gubeng
    Resmi Akherat dan Dunia

  5. Sambil menunggu prosesi resepsi kita udah tinggal serumah, buat prepare2 juga. Terus ada lagi masalahnya gedung Resepsi kita terbakar.. tepat 1 minggu sebelum hari H.. wouww kejutan dari Allah untuk kita lagi
    Balai Pemuda Gedung barat
    di setiap masalah yang datang Allah selalu memberi solusi dan kemudahan. Panitia resepsi pernikahanku dan saudara2 sangat tanggap dan membantu. Mereka langsung bergerak cepat, sepertinya kita tidak diberikan waktu menangis meratapi kesedihan hanya istighfar yang tak pernah lepas dari mulut kami sekeluarga. Acara dipindahkan di rumah sewa tenda dll beres dalam waktu 1 hari, menghubungi 400an undangan kita lakukan lewat telepon dan pesan berantai...
  6. Hari H Resepsi berlangsung 24092011 semua sudah siap bahkan sampai2 orang ga percaya kalo persiapan sewa tenda dll hanya cukup memakan waktu kurang dari seminggu. Mulai dari ashar sampai ba'da maghrib tiba2 datang lagi masalah baru jrebbb listriknya mati saat kita mau session foto panitia (untung keluarga udah pada foto). Di pikiranku udah macam2 tapi aq bisanya istighfar dan kecemasan tergurat di wajah suamiku. Nafas kita berdua serasa berhenti. 10 menit sampai 15 menit Alhamdulillah petugas PLN datang dan listrik menyala.
  7. Ada lagikah kejutannya.. Alhamdulillah acara selesai sampai akhir tanpa gangguan tapi yang tak terbayangkan banyak pihak, saudara, keluarga, rekan dan sahabat yang membantu dan membesarkan hati kita berdua... mereka layaknya malaikat2 yang dikirim Allah untuk kita. Alhamdulillah terima kasih Ya Allah Ya Robb.. akhirnya wajah kita berdua dapat tersenyum buat menutup acara yang sungguh membuat tegang hehehe

    Last Story is Happy End till die InsyaAllah
    Dan sekarang sudah lengkaplah saya dipanggil Ny. Dimas Nuswantoro InsyaAllah dunia akherat. amin amin ya Robbal alamin.....

Target lamaran is clear Y^_^Y Alhamdulillah


Alhamdulillah segala syukur dan terima kasih ku panjatkan kepada Allah SWT.. akhirnya lamaran berjalan sangat lancar khidmad dan praktis alias ga ribet.. hehehe
Sekali datang langsung udah nentuin tanggalnya sekalian.. jatuh pas kelar Lebaran coz pake itungan weton jawi antara aku dan kangmas serta weton berpulangnya Almarhum Bapak dari kangmas..

Ada banyak cerita lucu pas lamaran dimana aq harus jawab lamaran kangmas bersedia dipinang atau tidak, ayahku sempet guyonin masku razinya yang mana bener ga razinya yang ini sambil gandeng aku si kangmas malah ketawa weedeeewww

dan.. jawabanku waktu itu sambil diliat semua tamu dan keluarga sekalian efek deg2an ekspresiku aneh.. sayang fotonya di tempat adek sepupu mas dimas si Alam belum sempet keupload deh soalnya Alam lagi di Mojokerto. Oiya aq jawabnya Insya Allah ... teretttttt IYA hehehehe masku langsung senyam senyum gitu hehehe... Alhamdulillah.. setelah itu doa aq sungkem ke semua keluarga dilanjut doa dan jamuan makan deh.

Ini foto hantaran pelengket dari keluarga mas buat pinangan, buat peningset itu nanti pada saat akad..





Nah trus ada kejadian lagi buat kue2 hantaran itu aq disuruh keluargaku ambil yang pelengket tetel ama ketan salak yang bentuk love itu buat dimakan sebelum semua kue dibuka katanya biar aq tambah lengket sama kangmas dan keluarga hahaha aya aya wae (kata orang Sunda) sekarang fokus buat persiapan weddingnya berdoa selalu supaya lancar.. amieenn

Acara Nembung

is soo complicatedd..... ini masih awal tapi udah bikin pusing.. ternyata ribet juga adat orang jawa.. sempet kepikiran "andaikan aq bukan orang jawa" tapi arghh pikiranku dimasukin syaiton nir rojim ntar :(.
Untung kangmas selalu siap menemaniku dan berusaha membantuku, tanpa dia aq bisa kalang kabut ga karuan. Maklum aq termasuk orang yang ga bisa diem..

huhuhu.. finnaly my family pada bantuin aq semuanya...

ohh I love Allah yang memberiku kekuatan dan kemudahan tak terhingga sampai sekarang.. maha besar Allah dan segala yang dia berikan untukku.

I love my mom an big family.. buat bantuin aq, dan tak lupa i love my man.. he's so awesome...

Semoga minggu depan berjalan dengan lancar dan diridhoi serta dibarokahi Allah SWT.. aminn

Seserahan/Peningset singset set :D


Kutipan atau wacana ini sengaja aq lampirkan gara2 aq nyari info seserahan buat pelangkah kakakku tapi bisa jadi buat bantuin temen2 juga yang butuh info nyari seserahan yang lengkap, tapi ga harus sama kok, karena inti menikah itu tidak memberatkan pihak laki2. Kudu nduwe roso pengerten kata ibuku. So silahkan disimak.

Prosesi penyerahan seserahan dari cpp (calon pengantin pria) ke cpw (calon pengantin wanita) biasanya ada di setiap pernikahan. Seserahan atau srah-srahan atau peningset kalo dari perspektif yang saya ketahui adalah pihak calon suami memberikan barang-barang kepada calon istri yang nantinya barang-barang tersebut dapat digunakan oleh calon istri setelah menikah nanti. Kelengkapan barang-barang seserahan juga tergantung dari kemampuan pihak calon suami (kocek sendiri or dari ortu).

Dengan adanya maksud dari seserahan diatas maka dalam persepsi saya, barang-barang yang perlu diberikan antara lain:

wajib (baca: umum-nya ada)

  • perangkat sholah: mukena, sajadah, Al qur’an.
  • pakaian (jamuan) cpw: kain kebaya, kain batik (motif: sido mukti/ sido mulyo/ sido luhur/ sido asih), stagen, kerudung/jilbab, 1 set daleman, tas, sepatu.
  • besan (jamuan): 1 set kain (motif: truntum*).
  • ibu-besan: kain batik dan kain mori putih (sebagai kain pemesing*).
  • pelangkah*: 1 stel pakaian; bisa ditanyakan agar yang diberi tidak kecewa.
  • makanan: jadah, jenang, wajik; yang lengket-lengket supaya pasangannya lengket terus.
  • buah: 2 buah jeruk gulung sbg lambang telah gemulung (bertekad bulat), Pisang ayu dan suruh ayu 1 tangkep; sbg lambang sedyo rahayu (sejahtera)

sekunder (baca: tergantung kemampuan)

  • perhiasan emas: bisa digunakan untuk tabungan bagi istri.
  • perlengkapan mandi: handuk, sabun, shampoo, body lotion, dll.
  • perlengkapan rias: bedak, parfum, Manicure Set, dll.
  • 1 set pakaian sehari-hari: 1 stel baju+bawahan formal + 1 set daleman + jilbab + sepatu formal + tas multi purpose.
  • pakaian (santai/ tidur): 1 stel baju tidur, 1 set daleman.

Yang perlu diperhatikan lagi adalah:

  • barang-barang tersebut dikemas atau di-package.
  • jumlah total kemasan (box) yang nantinya diserahkan harus ganjil.

Ada baiknya barang-barang tersebut dikomunikasikan dengan calon istri agar nantinya bisa digunakan oleh istri, jangan sampai nanti tidak digunakan karena salah ukuran, dll. Lebih enak lagi kalo pengadaannya dilakukan dengan calon istri. Kegiatan pengadaan ini ada kemungkinan membutuhkan waktu yang lama, apalagi jika waktu anda terbatas. So, mulailah belanja sedini mungkin agar milih-milih nya bisa tidak tergesa-gesa dan mendapat barang yang sesuai selera.

Nah, sekarang tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang ada. Tiap-tiap kelompok barang tidak harus lengkap. Jangan lupa merencanakan orang yang akan membawa nya nanti……

footnote:

  • truntum: motif diambil dari kata tumaruntum atau bertumbuh, merupakan motif batik yang mesti dikenakan orang tua pasangan sehingga bisa memberi tuntunan dan nasihat.
  • kain pemesing: gantinya kain milik nenek ketika dulu kita masih digendong nenek dan kita ompolin.
  • pelangkah: jika pernikahan tersebut melangkahi kakak dari cpw – jumlah tergantung yang dilangkahi.
diambil dari http://blognyayoga.wordpress.com

Adat Pernikahan Jawa


Buat temen temen yang mau melakukan prosesi lamaran, kutipan berikut mungkin sebagai wacana atau pandangan untuk memudahkan proses awal lamaran sampai proses pernikahan.


Peningset , Peningsetan , Hantaran , Seserahan , Serah-serahan selanjutnya disebut peningsetan, adalah bagian dari prosesi upacara pernikahan secara adat Indonesia ( yang dahulunya ada pengertian bahwa peningsetan hanyalah digunakan oleh suku-suku di Jawa ). Padahal enggak, peningsetan juga digunakan oleh mayoritas suku-suku di Indonesia dalam melaksanakan prosesi upacara adat pernikahan mereka loh ternyata, hanya istilah yang digunakan antar kota - antar propinsi ( bus kaleeee.. ) berlainan antara satu daerah dengan daerah lainnya.


Peningset, Peningsetan , Hantaran , Seserahan , Serah-serahan , Ngebesan ( Jawa Barat, DKI Jaya, Jawa Tengah, DIJ, Jawa Timur ), Ranub Kong Haba ( NAD ), Manjolo Tanda ( Sumatera Utara ), Batimbang Tando ( Sumatera Barat ), Antaran ( Riau ), Tando ( Jambi ), Berasan / Adat Berangkat ( Sumatera Selatan ), Bekado ( Lampung ), Pahar ( Kalimantan Barat ), Memanggul ( Kalimantan Tengah ), Panglarang ( Kalimantan Selatan ), Mepadik ( Bali ), Kalo ( Sulawesi Tenggara ), Mewatarendem ( Sulawesi Utara ), Tape Dula ( Sulawesi Tengah ), Sompa ( Sulawesi Selatan ), Ngale-ngale ( Maluku ), Sito ( Nusa Tenggara Barat ), Belis ( Nusa Tenggara Timur ), dan Kaken ( Papua ) Ooooo, hampir semuanya pake kan? ^^,


Peningsetan yang dahulunya tidak wajib hukumnya, namun kini telah mengakar budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan secara umum. Peningsetan merupakan urutan keempat dalam prosesi pra-pernikahan dalam adat Jawa. Untuk sampai kepada langkah peningsetan, kita sebelumnya melewati 3 tahap prosesi adat yang lumayan ribet, tapi kapan lagi ngerasain prosesi istimewa pas mau nikah? Kecuali penggemar klub poligami yang bisa berkali-kali ngerasain peningsetan, hehe.. ^^, Peningsetan tuh juga bisa juga buat warning signal loh, yah istilahnya tu kalo tu cewe’ udah peningsetan brarti tu cewe’ udah masuk level 4, level yang dah lumayan sulit buat diganggu gugat ama cowok bandel yang suka coba-coba gaet cewe’ orang,, hehe,, ;p


Prosesnya begini :

  1. Nontoni
  2. Lamaran / Pinangan
  3. Jawaban
  4. Peningsetan


Nontoni


Di masa lalu, seseorang yang akan menikah belum tentu mengenal atau pernah bertemu ( bAhaSa aLAynYa kOpdAr ^^, ) , bahkan ada juga yang nge-lihat calon pasangannya aja belum pernah ( bonek / pasrah aja karena dijodohin ma orang tua yang masi kolot.. :( ). Karena dijaman babe kita atau embah kita tu masih kental yang namanya perjodohan ( yah sebenernya sih sampe sekarang juga masih ada walaupun udah nggak mayoritas begitu ), maka agar sang calon mendapat gambaran siapa jodohnya, maka pihak laki-laki mengirim agen rahasia ( agen som sumuriping banyu ), untuk mengetahui profil si gadis sasaran.


Lamaran


Apabila hasil penyelidikan dirasa memuaskan atau cocok dengan si calon pengantin pria dan si calon mempelai pria menerima pilihan orang tuanya, maka dibentuk suatu tim delegasi untuk melamarkan kepada orangtua si gadis. Dalam prosesi meminang ini tim utusan membawa bingkisan sebagai hadiah dalam suatu wadah yang dinamakan jodang. Jodang tu isinya makanan yang terbuat dari beras ketan ( keletan ), pisang raja setangkep ( pisang sanggan ), gula teh kopi, dan lauk pauk, dipikul oleh dua orang laki-laki dewasa ( pria ). Pada saat lamaran itu keluarga si gadis tidak memberikan suguhan makanan berat, cuma makanan kecil dan minuman ringan saja. Disini pihak laki-laki belum diberikan jawaban atas permohonan pinangannya loh.


Jawaban Lamaran

Dag.. dig.. dug.. nah iniii saatnya senam jantung.. Pada saat yang telah ditentukan (kesepakatan kedua belah pihak), keluarga si gadis membalas kunjungan kepada keluarga si laki-laki untuk memberikan jawaban atas lamarannya dengan membawa uborampe makanan balasan ( jika pinangan diterima lohhh… ). Kalo enggak diterima yaudah deh pasrah aja ma nasib,, T.T hehe..

Kalo diterima, kedua belah pihak merundingkan hari, tanggal dan waktu dilaksanakannya peningsetan.

Yang dibawa waktu prosesi jawaban lamaran :

  1. Makanan dari beras ketan, diantaranya wajik, jadah, jenang, ma makanan lain-lain yang lengket-lengket ( simbolis, harapannya, biar kedua keluarga jadi “lengket” hubungannya )
  2. Lauk pauk, berupa ayam goreng, sambal goreng juga, krupuk, ma telur.
  3. Gula, teh, kopi


Nah, ni dia ni si Peningsetan..

*Peningset dari kata “singset” yang berarti pengikat*

Jadi, peningset adalah barang-barang yang dibawa oleh pihak calon pengantin pria yang diserahkan kepada pihak calon pengantin wanita sebagai tanda pengikat (Marmien Sardjono, 1996 : 25). Kedua belah pihak orangtua bersepakat untuk menjadi besan ( mertua ) dan kedua calon mempelai bersedia menjadi menantu dan bersedia melangsungkan pernikahan untuk menjadi sepasang suami-istri dalam ikatan resmi sebuah perkawinan.

Peningsetan adalah penyerahan uborampe pengikat dari keluarga perjaka kepada keluarga si gadis . Secara adat ini dilakukan jauh hari sebelum / jauh bulan sebelum hari pernikahannya.


Nih uborampenya yang diisin kedalem jodang ( sekarang jodang pake boks hantaran yang modern dan cantik-cantik getoooohhhh.. ) :

  1. Baki berisi :
  • Pisang Raja dua sisir / setangkep / sanggan yang ulir-ulirnya genap, dihias dengan kertas emas dan dililiti dengan benang kawe, maksunya tuh biar hidup mempelai nantinya kayak raja.
  • Sirih ayu atau kinang sebagai lambang sedyo rahayu yang bermakna sebagai harapan agar sejahtera
  • Bunga telon ( 3 macam bunga, terdiri dari bunga mawar merah, mawar putih, ma bunga kenanga )

Semua itu disebut dengan sanggan dengan maksud simbolis bahwa semua yang terjadi nantinya akan ditanggung bersama ( disonggo bareng ).


  1. Baki yang berisi 2 buah Jeruk Gulung yang dihias, artinya adalah gemoloning karep atau kebulatan dan keseriusan tekad. Majuuuuuuuu!!!!! Hehe..
  2. Baki yang berisi 7 potong Tebu Wulung / Tebu hitam, yang bermakna anteping kalbu atau kemantapan hati.
  3. Baki lagi yang berisi 2 butir Cengkir Kelapa Gading ( klamud ) yang dihias, yang disimbolkan sebagai kencenging pikir, kehendak yang sudah bulat, teguh, dah telah dipikir masak-masak.
  4. Kain batik tradisional yang nama motifnya melambangkan cita-cita yang luhur, contonya tu kayak kain batik motif Sido Mukti, Sido Mulyo, Sido Luhur, dll, yang penting nama motifnya yang bagus-bagus nama dan artinya.
  5. Gemekan ( kain untuk kemben ).
  6. Stagen putih yang terbuat dari benang lawe, yang melambangkan sandang ( kumlawe ) sebagai pengikat suci.
  7. Padi, beras, gula jawa, garam sebagai lambang bahwa sang pria mampu memberi makan sang gadis, ditambah empon-empon ( obat-obatan tradisional ) agar terhindar dari penyakit dan kesulitan gitu.
  8. Baki lagi nih, isinya makanan kecil yang terbuat dari ketan, yaitu a wajik, jadah, rengginan, gandos, jenang, dll yang dari ketan-ketan gitu. Ditambah gula, teh, dan kopi, maksudnya biar kedua besan dan kedua calon mempelai tetep “lengket”.

10. Uang dan perhiasan, uang disini disebut petukon, jumlahnya bebas, disesuaiin aja ma kemampuan sang mempelai pria.

11. Lauk pauk berupa ayam goreng, sambel goreng, krupuk, bakmi, ma telur.

12. Sejanjang kelapa yang dipikul sendiri.

13. Sepasang ayam hidup ( jantan-betina ) dibawa pake kain cinde, nge-lambangin kehidupan dan kesejahteraan serta keturunan.

14. Hasil bumi, ( 3 macam buah ), buah yang tumbuhnya dipermukaan tanah (semangka, labu, salak, nanas, melon), yang terpendam (ubi-ubian, kacang tanah, bengkoang), ma yang nggantung dipohon (jeruk, apel, jambu, pepaya, buah pir, jambu, dll.)

15. Kain pemesing ( jika masih memiliki kakek atau nenek), berupa kain untuk nenek dan sarung untuk kakek. Simbolisnya untuk menghormati kakek dan nenek kita yang merawat kita ketika kecilnya, mengganti kain milik nenek dan sarung milik kakek yang pernah kita “mengompol” disana saat kita dirawat oleh mereka.

16. Pelangkah ( jika memiliki kakak yang belum menikah dan dilompati oleh adiknya ), harus ada yang berbentuk ayam dan perahu.

  • Ayam : sebagai lambang pandai mencari nafkah, kasing sayang, dan tanggung jawab.
  • Kapal / perahu : sebagai gambaran untuk orang yang mengarungi kehidupan yang penuh tantangan.



Pada perkembangannya, peningset ditata, dibentuk, dan dikemas dengan cantik dan spesial karena pesta perkawinan kini merupakan pagelaran yang dirancang secara apik dan merupakan pertunjukan bagi para hadirin undangan, termasuk juga didalamnya peningset yang akan diarak dan ditonton oleh para tamu undangan.


SUMBER :

Wawancara dengan :

  • Ny. Hj. Retno Savitri, S.H. ( “Savitri Perlengkapan Hantaran & Pernikahan” )
  • Ny. Hj. Lies Adang Pratiknyo ( “Kartini” Salon )
  • Team “Savitri Perlengkapan Hantaran & Pernikahan”
  • Beberapa perias besar dijogja


DAFTAR PUSTAKA

Herina Yuwati, 2001, Kreasi Baki Hantaran Peningset, Jogja, AKS “AKK”

Marmien. S, 1996, Rias Pengantin Gaya Yogyakarta, dengan Segala Upacaranya, Jogja, Kanisius

Retnosari Septiani, STP & Murniyati. SS, Pusat Kajian Makanan Tradisional. PKMT. UGM.

== diambil dari http://www.savitri-group.com ==