Adat Pernikahan Jawa


Buat temen temen yang mau melakukan prosesi lamaran, kutipan berikut mungkin sebagai wacana atau pandangan untuk memudahkan proses awal lamaran sampai proses pernikahan.


Peningset , Peningsetan , Hantaran , Seserahan , Serah-serahan selanjutnya disebut peningsetan, adalah bagian dari prosesi upacara pernikahan secara adat Indonesia ( yang dahulunya ada pengertian bahwa peningsetan hanyalah digunakan oleh suku-suku di Jawa ). Padahal enggak, peningsetan juga digunakan oleh mayoritas suku-suku di Indonesia dalam melaksanakan prosesi upacara adat pernikahan mereka loh ternyata, hanya istilah yang digunakan antar kota - antar propinsi ( bus kaleeee.. ) berlainan antara satu daerah dengan daerah lainnya.


Peningset, Peningsetan , Hantaran , Seserahan , Serah-serahan , Ngebesan ( Jawa Barat, DKI Jaya, Jawa Tengah, DIJ, Jawa Timur ), Ranub Kong Haba ( NAD ), Manjolo Tanda ( Sumatera Utara ), Batimbang Tando ( Sumatera Barat ), Antaran ( Riau ), Tando ( Jambi ), Berasan / Adat Berangkat ( Sumatera Selatan ), Bekado ( Lampung ), Pahar ( Kalimantan Barat ), Memanggul ( Kalimantan Tengah ), Panglarang ( Kalimantan Selatan ), Mepadik ( Bali ), Kalo ( Sulawesi Tenggara ), Mewatarendem ( Sulawesi Utara ), Tape Dula ( Sulawesi Tengah ), Sompa ( Sulawesi Selatan ), Ngale-ngale ( Maluku ), Sito ( Nusa Tenggara Barat ), Belis ( Nusa Tenggara Timur ), dan Kaken ( Papua ) Ooooo, hampir semuanya pake kan? ^^,


Peningsetan yang dahulunya tidak wajib hukumnya, namun kini telah mengakar budaya dan menjadi bagian dari prosesi pernikahan secara umum. Peningsetan merupakan urutan keempat dalam prosesi pra-pernikahan dalam adat Jawa. Untuk sampai kepada langkah peningsetan, kita sebelumnya melewati 3 tahap prosesi adat yang lumayan ribet, tapi kapan lagi ngerasain prosesi istimewa pas mau nikah? Kecuali penggemar klub poligami yang bisa berkali-kali ngerasain peningsetan, hehe.. ^^, Peningsetan tuh juga bisa juga buat warning signal loh, yah istilahnya tu kalo tu cewe’ udah peningsetan brarti tu cewe’ udah masuk level 4, level yang dah lumayan sulit buat diganggu gugat ama cowok bandel yang suka coba-coba gaet cewe’ orang,, hehe,, ;p


Prosesnya begini :

  1. Nontoni
  2. Lamaran / Pinangan
  3. Jawaban
  4. Peningsetan


Nontoni


Di masa lalu, seseorang yang akan menikah belum tentu mengenal atau pernah bertemu ( bAhaSa aLAynYa kOpdAr ^^, ) , bahkan ada juga yang nge-lihat calon pasangannya aja belum pernah ( bonek / pasrah aja karena dijodohin ma orang tua yang masi kolot.. :( ). Karena dijaman babe kita atau embah kita tu masih kental yang namanya perjodohan ( yah sebenernya sih sampe sekarang juga masih ada walaupun udah nggak mayoritas begitu ), maka agar sang calon mendapat gambaran siapa jodohnya, maka pihak laki-laki mengirim agen rahasia ( agen som sumuriping banyu ), untuk mengetahui profil si gadis sasaran.


Lamaran


Apabila hasil penyelidikan dirasa memuaskan atau cocok dengan si calon pengantin pria dan si calon mempelai pria menerima pilihan orang tuanya, maka dibentuk suatu tim delegasi untuk melamarkan kepada orangtua si gadis. Dalam prosesi meminang ini tim utusan membawa bingkisan sebagai hadiah dalam suatu wadah yang dinamakan jodang. Jodang tu isinya makanan yang terbuat dari beras ketan ( keletan ), pisang raja setangkep ( pisang sanggan ), gula teh kopi, dan lauk pauk, dipikul oleh dua orang laki-laki dewasa ( pria ). Pada saat lamaran itu keluarga si gadis tidak memberikan suguhan makanan berat, cuma makanan kecil dan minuman ringan saja. Disini pihak laki-laki belum diberikan jawaban atas permohonan pinangannya loh.


Jawaban Lamaran

Dag.. dig.. dug.. nah iniii saatnya senam jantung.. Pada saat yang telah ditentukan (kesepakatan kedua belah pihak), keluarga si gadis membalas kunjungan kepada keluarga si laki-laki untuk memberikan jawaban atas lamarannya dengan membawa uborampe makanan balasan ( jika pinangan diterima lohhh… ). Kalo enggak diterima yaudah deh pasrah aja ma nasib,, T.T hehe..

Kalo diterima, kedua belah pihak merundingkan hari, tanggal dan waktu dilaksanakannya peningsetan.

Yang dibawa waktu prosesi jawaban lamaran :

  1. Makanan dari beras ketan, diantaranya wajik, jadah, jenang, ma makanan lain-lain yang lengket-lengket ( simbolis, harapannya, biar kedua keluarga jadi “lengket” hubungannya )
  2. Lauk pauk, berupa ayam goreng, sambal goreng juga, krupuk, ma telur.
  3. Gula, teh, kopi


Nah, ni dia ni si Peningsetan..

*Peningset dari kata “singset” yang berarti pengikat*

Jadi, peningset adalah barang-barang yang dibawa oleh pihak calon pengantin pria yang diserahkan kepada pihak calon pengantin wanita sebagai tanda pengikat (Marmien Sardjono, 1996 : 25). Kedua belah pihak orangtua bersepakat untuk menjadi besan ( mertua ) dan kedua calon mempelai bersedia menjadi menantu dan bersedia melangsungkan pernikahan untuk menjadi sepasang suami-istri dalam ikatan resmi sebuah perkawinan.

Peningsetan adalah penyerahan uborampe pengikat dari keluarga perjaka kepada keluarga si gadis . Secara adat ini dilakukan jauh hari sebelum / jauh bulan sebelum hari pernikahannya.


Nih uborampenya yang diisin kedalem jodang ( sekarang jodang pake boks hantaran yang modern dan cantik-cantik getoooohhhh.. ) :

  1. Baki berisi :
  • Pisang Raja dua sisir / setangkep / sanggan yang ulir-ulirnya genap, dihias dengan kertas emas dan dililiti dengan benang kawe, maksunya tuh biar hidup mempelai nantinya kayak raja.
  • Sirih ayu atau kinang sebagai lambang sedyo rahayu yang bermakna sebagai harapan agar sejahtera
  • Bunga telon ( 3 macam bunga, terdiri dari bunga mawar merah, mawar putih, ma bunga kenanga )

Semua itu disebut dengan sanggan dengan maksud simbolis bahwa semua yang terjadi nantinya akan ditanggung bersama ( disonggo bareng ).


  1. Baki yang berisi 2 buah Jeruk Gulung yang dihias, artinya adalah gemoloning karep atau kebulatan dan keseriusan tekad. Majuuuuuuuu!!!!! Hehe..
  2. Baki yang berisi 7 potong Tebu Wulung / Tebu hitam, yang bermakna anteping kalbu atau kemantapan hati.
  3. Baki lagi yang berisi 2 butir Cengkir Kelapa Gading ( klamud ) yang dihias, yang disimbolkan sebagai kencenging pikir, kehendak yang sudah bulat, teguh, dah telah dipikir masak-masak.
  4. Kain batik tradisional yang nama motifnya melambangkan cita-cita yang luhur, contonya tu kayak kain batik motif Sido Mukti, Sido Mulyo, Sido Luhur, dll, yang penting nama motifnya yang bagus-bagus nama dan artinya.
  5. Gemekan ( kain untuk kemben ).
  6. Stagen putih yang terbuat dari benang lawe, yang melambangkan sandang ( kumlawe ) sebagai pengikat suci.
  7. Padi, beras, gula jawa, garam sebagai lambang bahwa sang pria mampu memberi makan sang gadis, ditambah empon-empon ( obat-obatan tradisional ) agar terhindar dari penyakit dan kesulitan gitu.
  8. Baki lagi nih, isinya makanan kecil yang terbuat dari ketan, yaitu a wajik, jadah, rengginan, gandos, jenang, dll yang dari ketan-ketan gitu. Ditambah gula, teh, dan kopi, maksudnya biar kedua besan dan kedua calon mempelai tetep “lengket”.

10. Uang dan perhiasan, uang disini disebut petukon, jumlahnya bebas, disesuaiin aja ma kemampuan sang mempelai pria.

11. Lauk pauk berupa ayam goreng, sambel goreng, krupuk, bakmi, ma telur.

12. Sejanjang kelapa yang dipikul sendiri.

13. Sepasang ayam hidup ( jantan-betina ) dibawa pake kain cinde, nge-lambangin kehidupan dan kesejahteraan serta keturunan.

14. Hasil bumi, ( 3 macam buah ), buah yang tumbuhnya dipermukaan tanah (semangka, labu, salak, nanas, melon), yang terpendam (ubi-ubian, kacang tanah, bengkoang), ma yang nggantung dipohon (jeruk, apel, jambu, pepaya, buah pir, jambu, dll.)

15. Kain pemesing ( jika masih memiliki kakek atau nenek), berupa kain untuk nenek dan sarung untuk kakek. Simbolisnya untuk menghormati kakek dan nenek kita yang merawat kita ketika kecilnya, mengganti kain milik nenek dan sarung milik kakek yang pernah kita “mengompol” disana saat kita dirawat oleh mereka.

16. Pelangkah ( jika memiliki kakak yang belum menikah dan dilompati oleh adiknya ), harus ada yang berbentuk ayam dan perahu.

  • Ayam : sebagai lambang pandai mencari nafkah, kasing sayang, dan tanggung jawab.
  • Kapal / perahu : sebagai gambaran untuk orang yang mengarungi kehidupan yang penuh tantangan.



Pada perkembangannya, peningset ditata, dibentuk, dan dikemas dengan cantik dan spesial karena pesta perkawinan kini merupakan pagelaran yang dirancang secara apik dan merupakan pertunjukan bagi para hadirin undangan, termasuk juga didalamnya peningset yang akan diarak dan ditonton oleh para tamu undangan.


SUMBER :

Wawancara dengan :

  • Ny. Hj. Retno Savitri, S.H. ( “Savitri Perlengkapan Hantaran & Pernikahan” )
  • Ny. Hj. Lies Adang Pratiknyo ( “Kartini” Salon )
  • Team “Savitri Perlengkapan Hantaran & Pernikahan”
  • Beberapa perias besar dijogja


DAFTAR PUSTAKA

Herina Yuwati, 2001, Kreasi Baki Hantaran Peningset, Jogja, AKS “AKK”

Marmien. S, 1996, Rias Pengantin Gaya Yogyakarta, dengan Segala Upacaranya, Jogja, Kanisius

Retnosari Septiani, STP & Murniyati. SS, Pusat Kajian Makanan Tradisional. PKMT. UGM.

== diambil dari http://www.savitri-group.com ==

0 komentar:

Poskan Komentar